Kelompok Artikel

Sabtu, 29 September 2018

Sebuah Profesi: Review bulan ke-3 bekerja sebagai asisten team leader

Akhir Juli 2018, aku ditelpon oleh salah satu dosenku. Beliau memintaku menemui beliau, untuk membantu salah satu pekerjaan beliau. Istilah kasarnya, ‘back up’ pekerjaan beliau sebagai ketua tim dalam pekerjaan itu.

Di kota kecil seperti Banda Aceh ini, dalam dunia pekerjaan sepertiku, kalau kamu tidak bisa mendefenisikan diri kamu siapa, ya kamu tidak akan jadi apa-apa. Dan kamu tidak akan menjadi siapa-siapa.

Case 1

Seorang tetangga bertanya, “Kamu kerja dimana?”

“…..”

Case 2

“Kok di rumah terus, katanya kerja?”

“……..”

Lalu berakhir dengan dongkol. Padahal tetangga adalah orang-orang yang seharusnya berhubungan baik dengan kita.

Untuk itu, sebaiknya kita bisa menjelaskan tentang diri kita dengan baik.

“Aku adalah seorang freelancer.”

“Apa itu freelancer?”

“Freelancer adalah seseorang yang bekerja dengan satu atau beberapa employer/buyer, tanpa terikat lokasi.”

“Aku bisa kerja dimana yang aku suka. Bisa di rumah, di perpustakaan, ataupun di warung kopi/cafĂ©.”

Aku gak punya jawaban seperti orang-orang, aku tidak punya kantor. Kalau mau duduk di kantor, ya ke kantor bapak dosen tersebut.

Case 3

Seorang tetangga bertanya, “Apa pekerjaanmu?”

Kebanyakan orang seperti aku akan menjawab, “Membantu dosen.”

Pertanyaan berlanjut, “Asisten dosen? Mengajar dimana?”

Diam sejenak, “Aku tidak mengajar.”

“Terus ngapain dong?” tanyanya lagi.

“Merencanakan sistem transportasi.”

“Oh..” 

Aku tau, dia pasti tidak mengerti.

Ada dua hal yang ingin aku beritahu.  Pertama, pekerjaan dosen itu tidak hanya mengajar. Mereka bisa meneliti, melakukan pengabdian masyarakat dan juga bisa berjualan, kalau mereka mau.

Kedua, ada profesi namanya perencana transportasi. Biasanya dikerjakan oleh konsultan atau pegawai Dinas Perhubungan secara swakelola. 

Orang-orang yang baru berkecimpung di bidang ini secara profesional menamakan diri mereka dengan sebutan perencana transportasi muda (junior transport planner). 

Di Aceh, masyarakat tidak familiar dengan profesi ini. 

Kenapa? Karena kita sangat tertinggal. Kita dulu asik perang dan sekarang sibuk main sosmed dan edit vidio. Hahaha. Becanda. Kalau kamu gak gitu, aku gak maksud kamu kok. Tenang aja.

Masyarakat Aceh mungkin taunya kalau kerja kantor itu adalah  PNS, mengajar di sekolah namanya guru, yang jualan disebut toke. 

Mungkin karena dalam Bahasa Aceh kita tidak mengenal atau tidak punya banyak kata dalam kategori profesi. 

[Challenge] Coba sebutkan nama-nama profesi dalam Bahasa Aceh? 

Kita terbiasa menyebut tempat ketika bekerja. Kita terbiasa menyebut job desk ketika ditanya pekerjaan. Tidak menyebutkan nama pekerjaan.

Orang-orang yang kerja di Bank tidak disebut banker, teller, cs dan sebagainya. Mungkin karena dulu profesi-profesi itu tidak ada di Aceh, terus orang-orang dulu terlalu malas menjelaskan apa pekerjaan mereka ke orang-orang atau bahkan juga tidak terlalu peduli dengan nama profesi, maka terjadilah seperti sekarang, kalau kamu sudah selesai kuliah, kamu akan ditanya, “Kerja dimana?”

Menurutku, kalimat "kerja dimana" tidak lagi relevan dengan perkembangan teknologi komunikasi dan komputerisasi (jaman digital) yang membuat orang-orang bisa bekerja dimana saja. 

Selanjutnya, kita sebagai orang aceh masih terbawa rasa inferior yang diwariskan kaum penjajah. Takut dianggap sombong kalau mendefenisikan diri sendiri dengan sesuatu yang tidak familiar. Menurutku, itu wajar terjadi, karena kita dijajah ratusan tahun. Namun, itu adalah salah satu warisan masa kolonialisme yang harus kita ubah. Dan tugas kita sebagai generasi muda memperkenalkan nama-nama profesi ke masyarakat dengan cara yang baik dan kalau bisa diciptakan Bahasa Aceh untuk nama profesi tersebut. Jangan langsung emosi ketika ditanya, “Kerja dimana?”

Sori, distraksinya panjang. Balik lagi ke perencana transportasi muda (junior transport planner). Lalu apa yang dikerjakan oleh seorang perencana transportasi?

Perencana transportasi ini bertanggung jawab untuk mengembangkan strategi-strategi transportasi, seperti kebutuhan pengguna transportasi (jalan, angkutan umum, kendaraan pribadi) termasuk pejalan kaki dan pengguna sepeda. 

Kalau kamu pengguna jalan, kamu masuk sasaran kami.
Kalau kamu pengguna motor/mobil/becak, kamu masuk sasaran kami.
Kalau kamu pengguna sepeda, kamu masuk sasaran kami.
Kalau kami pengguna angkutan umum, kamu masuk sasaran kami.
Bahkan kalau kamu pejalan kaki pun, kamu masuk sasaran kami.

Maksudnya, kamu adalah orang-orang yang ingin kami beri kenyamanan dan tertib hidup-nya dalam hal bertransportasi. Kami tidak peduli kamu kaya atau miskin, hitam atau putih, tua atau muda, cantik atau genteng, jelek atau sangat jelek, kami ingin semuanya mendapat hak yang sama dalam bertransportasi.
Strategi-strategi yang kami tawarkan juga mempertimbangkan kondisi lingkungan, pembiayaan, serta keamanan dan keselamatan pengguna transportasi.

Jadi secara gak langsung, kami bekerja untuk mempermudah hidup kalian. Iya, kalian, khususnya masyarakat Aceh. Pengguna jalan di Aceh. 

Kami memikirkan bagaimana agar kalian gak perlu menghabiskan uang yang banyak tapi bisa sampai ke tujuan perjalanan dengan aman, nyaman, dan selamat. Kami memikirkan bagaimana caranya agar tujuan kalian terpenuhi tanpa merusak lingkungan dan berkelanjutan (bisa dimanfaatkan juga oleh anak cucu kita nanti). Kami bekerja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

That’s all you should know about what we do. Tentang hal-hal lainnya di luar kuasa kami, biar mereka bertanggungjawab dengan tuhan mereka masing-masing. Yang kami minta cuma satu, dukung kami ya.

Gimana caranya? 
Kalau kamu pengguna jalan, lambatkanlah kendaraan kalian ketika lampu kuning menyala, bukan semakin kencang.
Kalau kamu pengguna transportasi, mudahkan kami mengakses data diary perjalanan kalian sehari-hari.
Kalau kamu bekerja di instansi terkait, beri masukan dan mudahkan kami akses data.
Kalau kamu pengguna kendaraan pribadi, sesekali cobalah naik angkutan umum.
Kalau kamu pengguna sosial media, promosikanlah cara bertransportasi yang baik.
Do a little as you can ;)

Tetap semangat, hati-hati di jalan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.